Anggota DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) merupakan jabatan yang sarat dengan kepentingan kebijakan negara. Menurutnya, jabatan tersebut tidak bisa dilepaskan dari unsur politik karena berkaitan langsung dengan arah perekonomian nasional.
Misbakhun menyampaikan bahwa Deputi Gubernur BI memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas moneter, sistem keuangan, serta kebijakan ekonomi makro. Oleh karena itu, proses pengisian jabatan tersebut harus mempertimbangkan kepentingan nasional secara menyeluruh.
Ia menegaskan bahwa meskipun Bank Indonesia bersifat independen, keputusan-keputusan strategis yang diambil tetap berdampak luas pada masyarakat dan pemerintah. Hal ini membuat posisi Deputi Gubernur BI memiliki dimensi politik yang kuat.

Baca juga:Bahlil: RI Tak Lagi Impor Solar, Bensin, dan Avtur
Misbakhun juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses seleksi pejabat BI. Menurutnya, calon Deputi Gubernur BI harus memiliki rekam jejak yang jelas, integritas tinggi, serta pemahaman mendalam tentang kondisi ekonomi nasional dan global.
Pernyataan tersebut memicu diskusi publik mengenai relasi antara independensi bank sentral dan peran politik dalam pengambilan kebijakan ekonomi. Isu ini dinilai penting mengingat tantangan ekonomi global yang terus berkembang.