Pemerintah menargetkan pembongkaran 109 tiang monorel di Jakarta rampung pada 2026. Langkah ini menjadi bagian dari penataan ulang infrastruktur kota setelah proyek monorel mangkrak selama bertahun-tahun.
Tiang-tiang monorel tersebut selama ini dinilai mengganggu estetika kota dan keselamatan lalu lintas.
Proyek Mangkrak yang Jadi Beban Kota
Tiang monorel merupakan sisa proyek transportasi massal yang tidak pernah beroperasi. Selama lebih dari dua dekade, struktur tersebut berdiri tanpa fungsi jelas.
Pembongkaran dinilai sebagai keputusan strategis untuk mengakhiri warisan proyek mangkrak.
Baca juga:KPK Geledah Kantor Ditjen Pajak Kemenkeu

Proses Bertahap dan Pengaturan Lalu Lintas
Pembongkaran dilakukan secara bertahap untuk meminimalkan dampak terhadap lalu lintas. Pemerintah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.
Rekayasa lalu lintas disiapkan di sejumlah titik selama proses berlangsung.
Pemanfaatan Ruang Pasca-Pembongkaran
Setelah pembongkaran selesai, kawasan bekas tiang monorel akan ditata ulang. Ruang tersebut direncanakan dimanfaatkan untuk infrastruktur yang lebih relevan dengan kebutuhan transportasi saat ini.
Penataan ini diharapkan meningkatkan kenyamanan dan keselamatan warga.
Evaluasi Perencanaan Infrastruktur
Kasus monorel menjadi pelajaran penting dalam perencanaan proyek besar. Pemerintah menegaskan perlunya studi kelayakan dan kepastian pendanaan sebelum proyek dijalankan.